Happy Bone Zulkarnaen, UKM Dan IKM Harus Diberdayakan Maksimal

Kamis, 31 Januari 2019, 17:20 WIB | Laporan: Widya Victoria

Happy Bone Zulkarnaen/Net

RMOL. Happy Bone Zulkarnaen, politisi senior Partai Golkar ini sudah malang melintang di dunia politik.

Karir politiknya telah dimulai jauh sebelum era reformasi.

17 April 2019 nanti, menjadi keempat kalinya Happy maju Pemilihan Legislatif (Pileg) Daerah Pemilihan Jawa Barat 1 yang meliputi Bandung dan Cimahi. 

Bagi Happy, Dapil Jabar 1 tidak asing lagi. Tahun 1996-1999, Happy pernah menduduki kursi anggota DPRD Jabar.

Happy pun menceritakan pergulatannya kini untuk kembali masuk Senayan. Dibandingkan Pileg tahun-tahun sebelumnya, ia menilai peraturan sekarang lebih ketat.

"Sekarang ini berat. Panwasnya juga ketat sekali, tidak boleh money politic, tidak boleh bagi-bagi sembako," tutur Happy yang saat ini tengah aktif kampanye di dapilnya.

Sebagai gantinya, sosialisasi caleg dilakukan dengan alat peraga kampanye (APK). "Saya bikin acara misalnya dalam kunjungan silaturahmi itu, memberi penjelasan tentang Pemilu serentak sekarang ini, bahwa Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu 2014," bebernya.

Kepada konstituen, Happy menjelaskan di Pileg 2019, hanya ada lima kertas suara yang masing-masing untuk memilih presiden-wakil presiden, anggota DPD, DPR, DPRD tingkat 1 serta DPRD tingkat 2. Kelima kertas suara itu juga dibedakan dengan warna yakni abu-abu, merah, kuning, biru, dan hijau.

"Dan ini diikuti 16 partai dan sekian ratus anggota DPD, akan membingungkan para pemilih, bagaimana cara orang yang akan dia pilih itu," ujarnya.

Untuk itulah pentingnya bimbingan supaya mereka tidak golput. Happy mengingatkan, satu suara menentukan nasib bangsa.

"Saya juga meminta mereka, jangan suara mereka dibikin murah gitu loh seperti ditukar uang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, bahkan Rp 1 juta juga sangat murah," imbuhnya.

Happy mengakui pertarungan di Dapil Jabar 1 lumayan berat. Lawan kompetisinya tidak hanya artis terkenal namun juga ada politikus senior dari partai lain.

"Semua berat, karena semua kan nggak terbuka, masing-masing punya strategi. Saya yakin tingkat keseriusan mereka tinggi semua," ujar anggota DPR dua periode 1999-2009 ini.

Ia sendiri fokus membentuk relawan, membuka jaringan, dan program door to door. Relawannya kini menyebar di 30 kecamatan Bandung dan Cimahi tiga kecamatan.

Lebih lanjut Happy mengingatkan, tiga tugas wakil rakyat. Pertama, mengangkat dan meraba aspirasi rakyat. Kedua, memperjuangkan aspirasi menjadi kebijakan, dan ketiga mengkomunikasikan kebijakan kembali kepada rakyat.

Jika DPP Golkar nanti memenangkan mayoritas kursi di parlemen, kata Happy, setidaknya ada empat program yang akan diperjuangkan beringin. Yakni, pertama, sembako harus mudah dan murah. Kedua perumahan terjangkau oleh rakyat. Ketiga, lapangan kerja luas, dan keempat mempersiapkan revolusi industri 4.0 di era digital.

"Semua rakyat Indonesia mampu menguasai industri 4.0 supaya kita pekerja, enterpreneur bisa bersaing dengan tenaga asing," terangnya.

Pemberdayaan ekonomi rakyat kecil juga menjadi perhatiannya, terutama Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).

Dari hasil penelitiannya, jumlah UKM dan IKM di Jabar 1 ternyata sangat banyak. Namun tidak maksimal diberdayakan.

"Mereka itu yang harus diberdayakan. Kalau tidak diberdayakan mereka cuma jalan di tempat kan kasihan. Harus dibimbing," tutur Happy yang juga staf khusus Menteri Perindustrian.

Happy meyakinkan dirinya sangat memahami program-program perindustrian.

"Saya mengerti dan apa yang bisa saya berikan kepada UKM, IKM di kota Bandung dan Cimahi," tandas putra asli tanah Pasundan kelahiran 29 Oktober 1958 ini.[wid]

Kolom Komentar


loading