Caleg Rocker Janji Wakafkan Gaji

Minggu, 03 Februari 2019, 23:26 WIB | Laporan: Hendry Ginting
RMOL. Seiring pelaksanaan Pemilu 2019 semakin dekat, para caleg terus menggenjot sosialisasi
Tidak terkecuali, politikus muda PDI Perjuangan yang juga caleg DPR RI di Dapil DKI Jakarta III Pulung Agustanto. Dia melakukan sosialisasi secara maraton selama dua hari berturut-turut. Tujuannya, untuk mendekati pemilih.

Pada hari pertama, Sabtu (2/2) malam Pulung menghadiri pertunjukan wayang di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Keesokan harinya (Minggu (3/2), politikus yang berjuluk caleg rocker itu menggelar konsolidasi dengan 819 anggota Relawan Pulung Menang (RPM) dari Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Selain itu, Pulung menggelar wayangan semalam suntuk dengan dalang Ki Warseno Slank dengan menampilkan lakon Pulunggana. Lakon ini tentang kisah pertapaan Bima  demi  memperoleh wahyu pulunggana untuk memperbaiki keadaan Astinapura.

Pergelaran wayang itu digelar di tengah-tengah permukiman padat yang mayoritas warganya beraktivitas sebagai perajin tahu dan tempe. Menariknya, Pulung tak sekadar hadir tetapi juga ikut tampil meramaikan pertunjukan saat wayangan memasuki babak goro-goro.

Ki Warseno dalam sesi dialog mengaku mendapat titipan pertanyaan dari tokoh masyarakat Semanan tentang kepedulian caleg terhadap kelangsungan industri tahu dan tempe ke depan. Sebab, di daerah Semanan juga ada Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti). “Saya minta ada perkembangan usaha tahu dan tempe ke depan,” kata  Warseno menyampaikan pertanyaan titipan warga.

Pulung yang mengawali sambutannya dengan bahasa kromo hinggil mengatakan, dirinya selama belasan tahun bergerak di bidang usaha. “Pengusaha ekonomi lemah,” katanya.

Penampilan Pulung saat wayangan itu tampak beda dibandingkan ketika menghadiri konsolidasi relawan yang digelar selama ini. Kali ini. Pulung memakai  berbatik dan mengenakan belangkon khas Yogyakarta berwarna merah. Cucu kiai ternama di Muntilan, Magelang itu menceritakan ikhtiarnya pada Pemilu 2014 ketika maju sebagai caleg PDIP di Yogyakarta dan meraih sekitar 98 ribu suara. Hasil itu, Pulung tak berhasil lolos ke Senayan.

Kini, mantan penyiar radio ternama di Yogyakarta itu pindah dapil ke DKI III yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. “Mboten punapa, sanajan pendeng gepeng tetep banteng (tidak mengapa, meskipun sudah terhimpit dan sulit tetap konsisten bersama PDIP, red),” ujar Pulung mengundang aplaus ribuan penonton wayang.

Pada kesempatan itu, dia kembali menyampaikan niatnya  membentuk koperasi. Namun, untuk sementara koperasi yang akan dirintisnya belum bergerak di bidang usaha tahu dan tempe. “Nanti bersama RPM mendirikan koperasi voucer pulsa listrik dan ponsel. Modalnya dari gaji saya sebagai anggota DPR,” katanya.

Nantinya, kata Pulung, koperasi itu pula yang akan mengikat silaturahminya dengan konstituen. Ki Warseno pun menimpali. “Insya Allah, Gusti Allah rida,” ujar dalang bernama asli Warseno Hardjodarsono itu.

Setelah mengakhiri sambutan, Pulung menyanyikan tembang pilihannya, Sewu Kuto karya Didi Kempot. sebelumnya, jelang akhir sambutan, Pulung mengajak warga Semanan memenangkan Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (Jokowi - Ma’ruf) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Karena Pak Jokowi itu orang baik,” katanya.

Saat konsolidasi RPM Kecamatan Kembangan, Pulung juga meminta relawan pendukungnya terus bergerak dari pintu ke pintu atau door to door. Pulung meminta RPM tak hanya mengampanyekan dirinya, tetapi juga Jokowi - Ma’ruf dengan strategi microtargeting yang menyasar perorangan.

“Pak Jokowi di luar negeri dibanggakan, tetapi di dalam negeri difitnah, dibilang kafir. Padahal Pak Jokowi masuk 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Jadi jangan lelah mengampanyekan Jokowi sekali lagi,” tegas Pulung. [atm]
Editor: Herawatmo

Kolom Komentar


loading