Dr. H. Oesman Sapta

Srikandi Sukabumi, Euis Widaningsih Beri Pencerahan Dan Ajak Masyarakat Bangkit

Road To Senayan  RABU, 06 FEBRUARI 2019 , 18:26:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Srikandi Sukabumi, Euis Widaningsih Beri Pencerahan Dan Ajak Mas

Euis Widaningsih/Net

RMOL. Masih banyak masyarakat di daerah pelosok hidupnya di bawah garis kemiskinan alias belum sejahtera, termasuk di daerah Sukabumi, Jawa Barat.

Realitas ini membuat hati Euis Widaningsih, yang berparas cantik ini, terenyuh. Sebab semasa dia masih kanak-kanak, kenyataan itu menjadi pemandangan sehari-hari di kampungnya. Bahkan hingga dia beranjak dewasa, masyarakat Sukabumi, terutama di daerah pelosok, belum juga hidup sejahtera.

"Sejak kecil saya melihat dan alami sendiri bagaimana masyarakat tersakiti. Saya pun yang sehari-hari bersama mereka, ikut tersakiti," kata Euis Widaningsih dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, baru-baru ini (Senin, 4/2).

Euis dan masyarakat Sukabumi sebenarnya merasa heran mengapa masyarakat di pelosok Sukabumi, baik yang tinggal di Utara, Barat, Timur dan Selatan, tidak merasakan Gemah Ripah Loh Jenawi karena taraf kehidupan menjadi sejahtera tak kunjung terwujud.

Padahal setiap lima tahun sekali Pemilu digelar namun selama itu pula masyarakat dijejali janji-janji manis dari para caleg yang bertarung. Bahkan tidak jarang masyarakat lupa dengan janji tersebut hanya karena diberi uang.

"Ironis, tapi itulah kenyataan yang terjadi. Anggota DPRD atau pun DPR yang dipilih masyarakat Sukabumi tidak bekerja maksimal untuk mensejahterakan  masyarakat di dapilnya," ujar Euis Widaningsih Caleg DPR Dapil Jawa Barat IV Kota/Kabupaten Sukabumi. Ada 54 kecamatan yang digarap Euis untuk mensosialisasikan pencalegannya.

Bagi dia, realitas politik pada Pemilu tersebut tidak sehat. Makanya sebagai caleg pemula, Euis ingin memberikan pencerahan dan pembelajaran politik kepada masyarakat, terutama dalam menyikapi Pemiu 2019.

"Artinya, mereka harus melihat keadaan bahwa selama ini banyak caleg baik DPRD dan DPR yang didukung, namun  masyarakat hanya dijadikan alat. Makanya saya mengajak masyarakat Sukabumi untuk bangkit," ujarnya.

Sebab pihaknya melihat banyak potensi masyarakat Sukabumi yang belum digarap atau digali secara maksimal, mulai dari pertanian, perkebunan dan tenaga kerja.

Perkebunan misalnya, Euis yang sudah berkeliling di dapilnya melihat banyak yang sudah mati suri. Tak hanya perkebunan juga pasar-pasar yang mati suri.

Di sisi lain, banyak bapak-bapak yang menggendong anaknya sedangkan istrinya menjadi tulang punggung keluarga. Padahal mereka adalah tenaga kerja potensial yang bisa diberdayakan untuk menggarap perkebunan ataupun menjadi pedagang.

"Makanya saya terpanggil untuk maju menjadi caleg agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sukabumi," kata Euis Widaningsih, Srikandi Sukabumi dari Partai Demokrat ini. [rus]

Komentar Pembaca
Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Tertawa Usai Diperiksa KPK

Tertawa Usai Diperiksa KPK

, 15 FEBRUARI 2019 , 02:52:00

Jumatan Di Kauman

Jumatan Di Kauman

, 15 FEBRUARI 2019 , 13:45:00

Beredar CCTV Detik-detik Ledakan Di Dekat Arena Debat Capres
Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di <i>Injury Time</i>

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di Injury Time

Politik15 Februari 2019 10:37

Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Jokowi, Anda Tidak Kredibel
Jokowi Ulas Latar Iriana Dan Cucu, Korsa: Pilihan Warga Muhammadiyah Tidak Berubah
Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Hersu Corner17 Februari 2019 15:54

AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Ahmad Dhani Dikebut, Apa Kabar Kasus Pengeroyokan Yang Diduga Dilakukan Herman Hery?
Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Nusantara18 Februari 2019 05:50

Swasembada Dan Capaian Pertanian Indonesia
AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Terindikasi Kecurangan, BPN Evaluasi Dengan KPU
Catatan Pejalan

Catatan Pejalan

Rumah Kaca18 Februari 2019 03:20